Dari Masa Depan
Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2010
Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.
Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
Regards, “TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
“UNTUK ANAK DAN CUCUMU KELAK DIMASA DEPAN”
dikutip dari blog tetangga
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Sunday, 27 June 2010
surat untuk sang mantan kekasih
Assalammulaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Ba’da tahmid dan shalawat
Syukur pada Alah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Ukhti, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf ukhti, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Walaupun kau begitu rupawan lagi cantik, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena aku pernah bertamu ke rumahmu dan diruang tamu itu kita hanya berdua walaupun kita duduk agak menjauh, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengmu dengan motorku, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdirNya dengan mengajakmu untuk menungguku menjadi istriku kelak padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihnya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, DIa punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki shalilah. Ya, lelaki shalilah yang pasti lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Iniliah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, ukhti.
Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf, ukhti. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini akan merusak hati. Tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke hapemu untuk menanyakan sudah shalat atau belum. Aku tak ingin engkau memiliki sedikit rasa ria (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat dibenci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Ketikan tuts keyboard terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.
Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Ba’da tahmid dan shalawat
Syukur pada Alah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Ukhti, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf ukhti, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Walaupun kau begitu rupawan lagi cantik, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena aku pernah bertamu ke rumahmu dan diruang tamu itu kita hanya berdua walaupun kita duduk agak menjauh, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengmu dengan motorku, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdirNya dengan mengajakmu untuk menungguku menjadi istriku kelak padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihnya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, DIa punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki shalilah. Ya, lelaki shalilah yang pasti lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Iniliah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, ukhti.
Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf, ukhti. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini akan merusak hati. Tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke hapemu untuk menanyakan sudah shalat atau belum. Aku tak ingin engkau memiliki sedikit rasa ria (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat dibenci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Ketikan tuts keyboard terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.
Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
[Sebuah Surat untuk Malaikat Maut]Ketika Kepak Sayap-mu Hujani Mata Kami
Semesta bertasbih ..
Di ratapnya orang yang bersedih
Tapi kau tak peduli
Terhadap siapa yang kau bawa pergi..
Bagai awan mendung yang menggantung
Kau tebarkan murung yang menggunung
Laksana petir yang menyambar
Kau semburkan getir yang melahar
Ooooohhhhhhhhh....
Sungguh tak ada yang dapat berlari
Tak satupun sanggup memungkiri
Bahwa setiap yang bernafas; pasti akan M-A-T-I...
Aduhai.. Betapa luasnya kuasamu ini..
Kau pisahkan sang ayah dari anak dan istri..
Kau renggut sang terkasih dari yang mengasihi...
Kau putuskan lezatnya meniti hari...
Bagai daun kering yang berguguran
Kau pekatkan aura kematian
S'perti buah kelapa yang berjatuhan
Tua-muda, semua kau beri perpisahan
"Tapi jangan khawatir", itu katamu...
"Perpisahan ini bukanlah elegi
Namun, sebuah gerbang pembuka hati
Dalam perjalanan suci menuju Ilahi"
"Namun, bagi mereka yang lalai", lanjutmu...
"Akan menunggu adzab yang pasti
dimana hari-hari bukanlah mimpi yang tak bertepi
melainkan gelap malam yang t'rus merajam diri"
Dan akupun bertanya, wahai Izrail
dalam rupa apa kau kan datang memanggil?
dalam keadaan bagaimana nyawaku kau cungkil?
dan dengan sayap yang mana, rohku ini kau ambil?
Hingga nanti.., wahai makhluk yang ditakuti
Kau akan berdiri di hadapanku sendiri
Mencuri cahaya mata dari tubuh tak-abadi
Terbangkan jiwaku melintasi mentari...
Dan kini.., wahai algojo yang tak bermurah hati
Tidakkah kau lihat, karyamu selalu hantui kami
Di saat catatan pahala-dosa t'lah terhenti
Dan, Ketika kepak sayapmu hujani mata kami...
(Oh, adakah aku tergolong "beruntung" atau "merugi"?)
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Di ratapnya orang yang bersedih
Tapi kau tak peduli
Terhadap siapa yang kau bawa pergi..
Bagai awan mendung yang menggantung
Kau tebarkan murung yang menggunung
Laksana petir yang menyambar
Kau semburkan getir yang melahar
Ooooohhhhhhhhh....
Sungguh tak ada yang dapat berlari
Tak satupun sanggup memungkiri
Bahwa setiap yang bernafas; pasti akan M-A-T-I...
Aduhai.. Betapa luasnya kuasamu ini..
Kau pisahkan sang ayah dari anak dan istri..
Kau renggut sang terkasih dari yang mengasihi...
Kau putuskan lezatnya meniti hari...
Bagai daun kering yang berguguran
Kau pekatkan aura kematian
S'perti buah kelapa yang berjatuhan
Tua-muda, semua kau beri perpisahan
"Tapi jangan khawatir", itu katamu...
"Perpisahan ini bukanlah elegi
Namun, sebuah gerbang pembuka hati
Dalam perjalanan suci menuju Ilahi"
"Namun, bagi mereka yang lalai", lanjutmu...
"Akan menunggu adzab yang pasti
dimana hari-hari bukanlah mimpi yang tak bertepi
melainkan gelap malam yang t'rus merajam diri"
Dan akupun bertanya, wahai Izrail
dalam rupa apa kau kan datang memanggil?
dalam keadaan bagaimana nyawaku kau cungkil?
dan dengan sayap yang mana, rohku ini kau ambil?
Hingga nanti.., wahai makhluk yang ditakuti
Kau akan berdiri di hadapanku sendiri
Mencuri cahaya mata dari tubuh tak-abadi
Terbangkan jiwaku melintasi mentari...
Dan kini.., wahai algojo yang tak bermurah hati
Tidakkah kau lihat, karyamu selalu hantui kami
Di saat catatan pahala-dosa t'lah terhenti
Dan, Ketika kepak sayapmu hujani mata kami...
(Oh, adakah aku tergolong "beruntung" atau "merugi"?)
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
surat cinta dari seorang ayah
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah.
Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.
Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu. (disalin dari lembaran da'wah "MISYKAT" No.8)
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.
Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.
Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.
Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu. (disalin dari lembaran da'wah "MISYKAT" No.8)
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
surat seorang ayah dari alam kubur
Dalam suatu kesempatan penulis bertemu dengan seseorang yang ‘alim (berilmu) dan taat. Karena sering bertemu kami saling bertukar pendapat tentang kehidupan dan kematian. Itu terjadi sekitar puluhan tahun yang silam. Belakangan penulis mendengar khabar bahwa dia telah dipanggil Allah. Sesama muslim penulis merasa kehilangan. Sambil menahan rasa haru dan meneteskan air mata penulis berujar: “Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Ya allah kami ini milikMu dan kepadaMu juga kami dikembalikan”. Teman-teman meyakini bahwa dia pasti mati dalam “khusnul khatimah”. Sebelum meninggal dia sempat menyiapkan nasehat bagi anak-anaknya, yang dia tulis dalam lembaran-lembaran sederhana. Supaya enak dibaca maka penulis menyajikannya kembali dalam gaya Ayah. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Anak-anakku, pada saat kalian membaca surat ini jangan sedih berkepanjangan. Ayah telah berbeda alam dengan kalian tetapi keberadaan ayah tidak jauh. Bagi ayah kini ruang dan waktu tidak masalah lagi. Dulu pernah ayah jelaskan kepada kalian bahwa ayah insya-allah akan lebih dulu meninggalkan kalian. Ini cukup beralasan. Kalian sudah tahu sejak lama kan bahwa ayahlah yang paling tua di rumah kita - rambut ayah sudah beruban, mata sudah kabur, tulang-tulang sudah sering terasa ngilu. Sering ayah minta kalian untuk merefleksi syaraf-syaraf kaki dan minta dipijit. Jadi ayah yakin pada saatnya dipanggil Allah maka kalian tidak akan terkejut lagi. Yang kalian lakukan sama dengan yang biasa ayah lakukan bila ada teman ayah meninggal yakni mengucapkan kalimah: “Innalillahi wainna ilaihi rojiun”. Setelah itu kalian pasti akan bermusyarah dengan anggota keluarga lain, tetangga dan Badan Amal Kematian tentang pengurusan jenazah, takziah dan sebagainya. Ayah juga pernah pesan dengan kalian bahwa kalau bisa jangan lebih dari 10 jam jenazah ayah segera dikubur. Mengenai tempat dan segala sesuatunya tergantung hasil musyawarah yang kalian lakukan.
Anakku, nasehat ini ayah tujukan kepada kalian agar kalian bisa menyimak dengan seksama dan mempraktikkannya atau tidak melakukannya manakala itu tidak baik dilakukan. Sekarang ikutilah selengkapnya nasehat ayah. Anak-anakku: “Jadilah anak shaleh”. Mempunyai anak shaleh merupakan dambaan setiap mukmin, termasuk ayah. Yang dimaksud dengan anak shaleh adalah anak yang selalu berbakti kepada Allah - penciptanya, berbakti kepada orangtuanya dan juga kepada keluarganya dan bahkan kepada semua manusia termasuk tetangga dan teman-temannya. Anak yang shaleh itu selalu berbuat kebaikan dan selalu berusaha untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi anak shaleh sangat bertolak belakang dengan anak salah.
Anak-anakku, bila engkau masih sekolah atau kuliah, usahakan untuk tidak menjengkelkan orang tua - ibumu. Bila berbuat salah selain tidak mengulanginya segeralah kau meminta maaf. Nak, sopan santunlah engkau kepada orang lain. Engkau juga harus perhatian kepada orang lain. Bila dimintai pertolongan maka tolonglah sesuai dengan kemampuanmu. Bila kau tidak bisa maka katakan dengan terus terang dan memohon maaflah.
Anakku, seyogyanya kau harus tahu diri dan tahu balas budi. Tahu diri di sini tahu menempatkan diri. Bila kau berada di tempat orang ramai maka tunjukkan sifat yang baik dan tidak sembarangan berjalan dan berkata-kata. Selalulah meminta permisi dan memberi kode dengan tangan bila ingin berjalan melewati orang yang lebih tua darimu. Dalam berbicara tunjukkan sifat kesederhanaan, yang berarti tidak ada sifat congkak atau sombong sama sekali. Gunakan kalimat awalnya dimulai dengan kata-kata seperti: “menurut hemat saya”, “kalau tidak salah pak”, “maaf pak atau maaf buk yang saya maksudkan begini”. Bila diajak berdebat sebaiknya menghindar. Tapi kalau diajak diskusi tentu dengan sopan layani dan berbicaralah semampumu dengan bahasa yang juga sopan dan simpatik. Bila diajak mengumpat atau memfitnah orang lain jangan mau nak karena itu sangat dilarang agama kita.
Anak-anakku, peliharalah kebiasaanmu yang baik-baik. Dalam mengelola waktu kau usahakan agar efektif dan efisien. Upayakan agar buku kerja atau buku agenda selalu ada. Dalam buku agenda itu kau buat catatan tentang apa-apa yang akan dikerjakan secara rinci. Bila ada pertemuan atau ada hal-hal yang penting catat dengan baik. Tidak hanya sekedar mencatat, terapkan dalam kehidupan sehari-hari hal-hal yang baik, sebaliknya bila ternyata yang dicatat itu tidak baik hindarkan.
Anak-anakku, jangan kau terlalu menyenangi permainan dan senda gurau. Manfaatkan waktumu hanya untuk hal-hal yang berguna saja. Sepulang dari shalat di mesjid atau dari sekolah susun pakaian di kamarmu. Perhatikan bila ada sampah berserakan di halaman atau di lantai rumah. Cari sapu dan mulailah menyapu. Bila ibumu atau kakak/adik lagi melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, menstrika pakaian maka dengan senang hati bantulah atau setidaknya kau bertanya: “bu apa yang bisa saya bantu”.
Anak-anakku, selalulah kau ingat kapan waktu shalat, kapan kau harus istirahat dan kapan waktu belajar. Jadwal kegiatan selain ada dalam buku agenda juga usahakan agar ada dalam lembaran catatan di dinding sebagai bahan ingatan. Bila belajar bahasa asing seperti bahasa Inggeris jalani dengan sungguh-sungguh untuk selalu menambah “vocabulary” (perbendaharaan kata). Catatan perbendaharaan baru kau tempel di ruangan belajarmu. Ingat dan renungkan mengapa ayah salah satu temanmu, tetangga kita, dulu dari desa terpencil kok bisa sekolah di Inggris atau ibu salah seorang temanmu bisa sekolah di kota besar seperti Jakarta.
Anak-anakku, kau harus punya sifat malu. Bila didalam kamar banyak memakai kwh listrik maka segera sadarilah bahwa bayaran rekening listrik mahal. Kasihan dong sama ibu, janda ditinggal ayah harus membayar rekening listrik yang semakin lama semakin meningkat”. Nak, coba seminimal mungkin memakai alat listrik. Hindarkan untuk menghidupkan komputer, televisi, kipas angin, “exaust fan” secara bersamaan. Sebab bila itu terjadi berarti sama saja dengan menganiaya ibu. Pada waktu seperti ini berdoalah untuk kenyamanan ayah di alam kubur. Pupuk semangatmu untuk menjalani hidup lebih baik dan berkah.
Anak-anakku, tidak baik bila kau menghabiskan waktu berlama-lama di telepon. Sadarilah bahwa berbicara yang tidak perlu itu sama saja dengan pemubaziran waktu. Pemubaziran waktu itu adalah saudaranya setan. Setan adalah makhluk yang dilaknat oleh Allah. Selain itu, bila rekening telepon tinggi berarti akan menyulitkan hidup kalian. Gaji ibu dan pensiun almarhum ayah jelas akan tersedot untuk banyak keperluan lain. Bayangkan berapa jumlah biaya dibutuhkan untuk biaya makan, untuk rekening PDAM, uang kuliah dan uang sekolah/ongkos jalan adik-adik, serta biaya lainnya.
Hal selanjutnya yang selalu kau ingat dan lakukan adalah shalat, mengaji dan membaca taklim rumah serta sekali-sekali mendengarkan taklim di mesjid. Shalat adalah waktu istirahat bagimu. Shalat merupakan ruang dan waktu bagimu untuk mikraj ke langit. Konsultasikan masalah yang kau hadapi. Kepada Tuhan kau adukan kepenatan hati kalian. Di depan tuhanmu menangislah, pintalah petunjuk atau jalan keluar terhadap sejumlah persoalan yang sedang dan akan kalian hadapi. Untuk shalat itu siapkan dirimu dengan sebaik-baiknya.
Sebelum shalat periksa apakah pakaianmu bersih. Jangan kencing berdiri karena itu adalah cara anjing. Ingat bagaimana ayah kencing yakni duduk dan bersihkan kemaluan dengan seksama, gunakan air mengalir. Setelah istinja’ ambillah wudhu’ secara sempurna. Basuh tanganmu dengan seksama, bila perlu gunakan sabun atau tanah dan siram beberapa kali. Lanjutkan dengan berkumur-kumur atau gunakan siwak atau sikat gigi. Kemudian, basuh hidungmu dengan memasukkan air ke dalam hidung satu per satu.
Setelah itu nak, basuh muka sebanyak tiga kali, terus basuh tangan kanan dan kemudian tangan kiri hingga ke bagian siku masing-masing juga sebanyak tiga kali. Dalam membasuh anggota badan itu katakan dalam hatimu: “ya allah izinkan aku membasuh muka yang suka maksiat ini, tangan yang nakal ini, begitu seterusnya pada waktu kau membasuh kepala, kedua telinga dan kedua kaki. Setelah wudhu’ berdoalah, jangan lupa doa untuk ayah.
Sewaktu shalat, nak, lupakan sementara dunia yang fana. Bayangkan saat itu engkau sedang menghadap Zat yang Maha Besar, di sebelah kiri ada neraka di sebelah kanan ada surga. Pada saat shalat itu engkau membayangkan bahwa kakimu saat itu sedang meniti shiroth (jembatan yang setiap manusia melewatinya). Selama shalat dengarkan dengan seksama bacaan imam terutama pada saat kau melaksanakan shalat berjemaah - maghrib, isya dan subuh. Sebaliknya untuk shalat ashar dan zuhur shalatlah juga dengan khusuk. Anggaplah setiap shalat sebagai shalatmu yang terakhir. Ini resep ayah agar bisa khusuk dalam shalat.
Anak-anakku, karena shalatnya khusuk, orang pada zaman dahulu dianugerahi sejumlah kecerdasan. Kita juga bisa demikian. Kita akan cerdas secara intelektual, emosional, spiritual, kreatifitas dan bahkan cerdas dalam penderitaan. Di sekolah atau ditempatmu kuliah insya-allah nilaimu akan bagus. Umumnya orang yang memperoleh kecerdasan seperti itu selalu mendapat pujian dari para guru dan dosennya. Ketaqwaanmu kepada Allah insya-allah semakin hari semakin meningkat. Kalian akan dibutuhkan banyak orang atas kepandaianmu itu. Jangan emosional walaupun dimarahi orang lain. Bila ada orang memarahimu tetaplah berkepala dingin. Cerdas kreatifitas artinya engkau akan memanfaatkan kondisi dan keadaan dengan baik. Jangan mau didikte oleh keadaan. Bila sewaktu musim kemarau ada sesuatu yang dapat engkau lakukan untuk kemaslahatan bersama maka lakukan itu. Bila ternyata kau bisa membantu orang lain atau orangtuamu sendiri berupa memperoleh kesempatan untuk bekerja maka hal seperti itu lakukan saja. Yang penting uang yang kau peroleh halal.
Cerdas dalam penderitaan merupakan puncak dari segala kecerdasan. Kalau di dunia ini ada anak muda menderita maka yang paling menderita adalah nabi Yusuf a.s. Dimasukkan oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur selama 3 x 24 jam, dimasukkan ke dalam penjara sekitar 7 tahun tanpa pengadilan atau dimusuhi saudara-saudaranya bertahun-tahun. Nabi Yusuf juga difitnah memperkosa. Dia juga dijadikan budak belian setelah ditemukan di dalam sumur. Karena itu anak-anakku, selalulah berprasangka baik kepada Allah. Meskipun kau ada dalam penderitaan - entah lapar, sedikit uang, pakaian sederhana, buku-buku dan peralatan sekolah terbatas - tetap tegar dan bersemangat yang pantang menyerah. Pada saat seperti itu kau akan memiliki semangat baru apalagi bila terkenang dengan almarhum ayahmu.
Anak-anakku, syukur kepada Allah selalulah menghiasi hatimu. Selalulah kau membandingkan keadaan dirimu dengan anak-anak lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Bila ternyata kau hanya sekali-sekali makan tidak usah susah, yang penting tetap sekolah. Untuk ongkos atau biaya sekolah tentu ibumu akan selalu berjuang dengan segala cara yang halal.
Bila ternyata suatu saat harus mengelola lahan di halaman rumah untuk sesuatu agribisnis misalnya pengusahaan anggrek, berdagang atau usaha lainnya maka dengan senang hati bantu ibu atau saudaramu. Pertimbangan dengan matang apakah perlu bergabung dengan tetangga atau siapa saja untuk melakukan hal yang baik-baik. Tentang hal seperti itu selalu tanya apa pendapat ibu kalian.
Suatu hal yang penting nak agar kau tidak sembarangan dalam memilih teman. Jangan pernah menyukai orang yang nakal misalnya suka main gaple, berjudi, menonton film porno, bermain bola sodok, atau yang tidak baik lainnya. Jangan kau berteman dengan orang yang merokok, tidak istiqoma dalam shalat, durhaka dengan orangtuanya dan tidak disiplin dalam penggunaan waktu. Jangan kau keluyuran, menghamburkan uang untuk hal yang tidak perlu dan bermain-main dengan dengan lawan jenisnya, apalagi bila harus berdua-duaan dalam kamar atau menonton bioskop. Ayah ingatkan agar kau bersifat anti dengan narkoba, minuman memabukkan, nongkrong di bar atau cafe dan kegiatan sejenisnya. Bila telah ada calon jodoh maka segeralah menikah. Musyawarah juga dengan ibumu apakah dia ingin menikah lagi. Ayah meridhoi semua yang baik-baik, apalagi itu memang perintah Allah.
Anak-anakku, ayah anjurkan agar kalian selalu shalat malam (qiyamul lail). Ini perintah Allah dan sunnah nabi kita. Pada sekitar pukul 3.00 hingga pagi hari lakukan kegiatan-kegiatan yang dicontohkan rasul Muhammad s.a.w., para sahabat dan orang-orang sholeh lainnya. Lakukan shalat tahajud, shalat taubat, shalat hajat, dan shalat witir. Setelah itu baca al-qur’an dan tilawahnya. Kemudian lakukan zikir hingga waktu subuh. Setelah zikir berdoalah kepada Allah, mohon kepada-Nya untuk dicarikan jalan keluar terhadap banyak permasalahan dirimu, ibumu atau anggota keluarga yang lainnya. Jangan lupa mendoakan ampunan dan kemaslahatan serta hidayah bagi kaum muslimin seluruhnya.
Hingga di sini dulu nak catatan ayah buat kalian. Berhentilah menangis, senyumlah sejenak. Ayah masih ada nasehat untuk kalian. Anak-anakku, “Meskipun kita telah berbeda alam kalian harus mengerti bahwa setiap hari Senin dan Jum’at ayah akan selalu memperoleh laporan dari malaikat yang bertugas untuk itu tentang bagaimana amal-amal kalian. Untuk kalian camkan dalam hati bahwa ayah bisa senang pada saat-saat itu manakala dilihatkan amal-amal baik dari keturunan/zuriyat ayah. Sebaliknya ayah akan sedih manakala malaikat memperlihatkan catatan amal anak-keturunan ayah yang banyak berbuat kemaksiatan. Terserah mana yang akan kalian pilih. Karena pada saatnya nanti ayah sudah tidak bersama kalian lagi. Sebelum ayah mengakhiri nasehat ini ayah telah berdoa kepada Allah agar kalian selalu dalam hidayah-Nya dan anak-keturunan kalian semua menjadi pimpinan orang-orang yang bertaqwa”. Aamin ya Allah yarabbal ‘alamin.
Dari ayah yang telah tiada
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Anak-anakku, pada saat kalian membaca surat ini jangan sedih berkepanjangan. Ayah telah berbeda alam dengan kalian tetapi keberadaan ayah tidak jauh. Bagi ayah kini ruang dan waktu tidak masalah lagi. Dulu pernah ayah jelaskan kepada kalian bahwa ayah insya-allah akan lebih dulu meninggalkan kalian. Ini cukup beralasan. Kalian sudah tahu sejak lama kan bahwa ayahlah yang paling tua di rumah kita - rambut ayah sudah beruban, mata sudah kabur, tulang-tulang sudah sering terasa ngilu. Sering ayah minta kalian untuk merefleksi syaraf-syaraf kaki dan minta dipijit. Jadi ayah yakin pada saatnya dipanggil Allah maka kalian tidak akan terkejut lagi. Yang kalian lakukan sama dengan yang biasa ayah lakukan bila ada teman ayah meninggal yakni mengucapkan kalimah: “Innalillahi wainna ilaihi rojiun”. Setelah itu kalian pasti akan bermusyarah dengan anggota keluarga lain, tetangga dan Badan Amal Kematian tentang pengurusan jenazah, takziah dan sebagainya. Ayah juga pernah pesan dengan kalian bahwa kalau bisa jangan lebih dari 10 jam jenazah ayah segera dikubur. Mengenai tempat dan segala sesuatunya tergantung hasil musyawarah yang kalian lakukan.
Anakku, nasehat ini ayah tujukan kepada kalian agar kalian bisa menyimak dengan seksama dan mempraktikkannya atau tidak melakukannya manakala itu tidak baik dilakukan. Sekarang ikutilah selengkapnya nasehat ayah. Anak-anakku: “Jadilah anak shaleh”. Mempunyai anak shaleh merupakan dambaan setiap mukmin, termasuk ayah. Yang dimaksud dengan anak shaleh adalah anak yang selalu berbakti kepada Allah - penciptanya, berbakti kepada orangtuanya dan juga kepada keluarganya dan bahkan kepada semua manusia termasuk tetangga dan teman-temannya. Anak yang shaleh itu selalu berbuat kebaikan dan selalu berusaha untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi anak shaleh sangat bertolak belakang dengan anak salah.
Anak-anakku, bila engkau masih sekolah atau kuliah, usahakan untuk tidak menjengkelkan orang tua - ibumu. Bila berbuat salah selain tidak mengulanginya segeralah kau meminta maaf. Nak, sopan santunlah engkau kepada orang lain. Engkau juga harus perhatian kepada orang lain. Bila dimintai pertolongan maka tolonglah sesuai dengan kemampuanmu. Bila kau tidak bisa maka katakan dengan terus terang dan memohon maaflah.
Anakku, seyogyanya kau harus tahu diri dan tahu balas budi. Tahu diri di sini tahu menempatkan diri. Bila kau berada di tempat orang ramai maka tunjukkan sifat yang baik dan tidak sembarangan berjalan dan berkata-kata. Selalulah meminta permisi dan memberi kode dengan tangan bila ingin berjalan melewati orang yang lebih tua darimu. Dalam berbicara tunjukkan sifat kesederhanaan, yang berarti tidak ada sifat congkak atau sombong sama sekali. Gunakan kalimat awalnya dimulai dengan kata-kata seperti: “menurut hemat saya”, “kalau tidak salah pak”, “maaf pak atau maaf buk yang saya maksudkan begini”. Bila diajak berdebat sebaiknya menghindar. Tapi kalau diajak diskusi tentu dengan sopan layani dan berbicaralah semampumu dengan bahasa yang juga sopan dan simpatik. Bila diajak mengumpat atau memfitnah orang lain jangan mau nak karena itu sangat dilarang agama kita.
Anak-anakku, peliharalah kebiasaanmu yang baik-baik. Dalam mengelola waktu kau usahakan agar efektif dan efisien. Upayakan agar buku kerja atau buku agenda selalu ada. Dalam buku agenda itu kau buat catatan tentang apa-apa yang akan dikerjakan secara rinci. Bila ada pertemuan atau ada hal-hal yang penting catat dengan baik. Tidak hanya sekedar mencatat, terapkan dalam kehidupan sehari-hari hal-hal yang baik, sebaliknya bila ternyata yang dicatat itu tidak baik hindarkan.
Anak-anakku, jangan kau terlalu menyenangi permainan dan senda gurau. Manfaatkan waktumu hanya untuk hal-hal yang berguna saja. Sepulang dari shalat di mesjid atau dari sekolah susun pakaian di kamarmu. Perhatikan bila ada sampah berserakan di halaman atau di lantai rumah. Cari sapu dan mulailah menyapu. Bila ibumu atau kakak/adik lagi melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, menstrika pakaian maka dengan senang hati bantulah atau setidaknya kau bertanya: “bu apa yang bisa saya bantu”.
Anak-anakku, selalulah kau ingat kapan waktu shalat, kapan kau harus istirahat dan kapan waktu belajar. Jadwal kegiatan selain ada dalam buku agenda juga usahakan agar ada dalam lembaran catatan di dinding sebagai bahan ingatan. Bila belajar bahasa asing seperti bahasa Inggeris jalani dengan sungguh-sungguh untuk selalu menambah “vocabulary” (perbendaharaan kata). Catatan perbendaharaan baru kau tempel di ruangan belajarmu. Ingat dan renungkan mengapa ayah salah satu temanmu, tetangga kita, dulu dari desa terpencil kok bisa sekolah di Inggris atau ibu salah seorang temanmu bisa sekolah di kota besar seperti Jakarta.
Anak-anakku, kau harus punya sifat malu. Bila didalam kamar banyak memakai kwh listrik maka segera sadarilah bahwa bayaran rekening listrik mahal. Kasihan dong sama ibu, janda ditinggal ayah harus membayar rekening listrik yang semakin lama semakin meningkat”. Nak, coba seminimal mungkin memakai alat listrik. Hindarkan untuk menghidupkan komputer, televisi, kipas angin, “exaust fan” secara bersamaan. Sebab bila itu terjadi berarti sama saja dengan menganiaya ibu. Pada waktu seperti ini berdoalah untuk kenyamanan ayah di alam kubur. Pupuk semangatmu untuk menjalani hidup lebih baik dan berkah.
Anak-anakku, tidak baik bila kau menghabiskan waktu berlama-lama di telepon. Sadarilah bahwa berbicara yang tidak perlu itu sama saja dengan pemubaziran waktu. Pemubaziran waktu itu adalah saudaranya setan. Setan adalah makhluk yang dilaknat oleh Allah. Selain itu, bila rekening telepon tinggi berarti akan menyulitkan hidup kalian. Gaji ibu dan pensiun almarhum ayah jelas akan tersedot untuk banyak keperluan lain. Bayangkan berapa jumlah biaya dibutuhkan untuk biaya makan, untuk rekening PDAM, uang kuliah dan uang sekolah/ongkos jalan adik-adik, serta biaya lainnya.
Hal selanjutnya yang selalu kau ingat dan lakukan adalah shalat, mengaji dan membaca taklim rumah serta sekali-sekali mendengarkan taklim di mesjid. Shalat adalah waktu istirahat bagimu. Shalat merupakan ruang dan waktu bagimu untuk mikraj ke langit. Konsultasikan masalah yang kau hadapi. Kepada Tuhan kau adukan kepenatan hati kalian. Di depan tuhanmu menangislah, pintalah petunjuk atau jalan keluar terhadap sejumlah persoalan yang sedang dan akan kalian hadapi. Untuk shalat itu siapkan dirimu dengan sebaik-baiknya.
Sebelum shalat periksa apakah pakaianmu bersih. Jangan kencing berdiri karena itu adalah cara anjing. Ingat bagaimana ayah kencing yakni duduk dan bersihkan kemaluan dengan seksama, gunakan air mengalir. Setelah istinja’ ambillah wudhu’ secara sempurna. Basuh tanganmu dengan seksama, bila perlu gunakan sabun atau tanah dan siram beberapa kali. Lanjutkan dengan berkumur-kumur atau gunakan siwak atau sikat gigi. Kemudian, basuh hidungmu dengan memasukkan air ke dalam hidung satu per satu.
Setelah itu nak, basuh muka sebanyak tiga kali, terus basuh tangan kanan dan kemudian tangan kiri hingga ke bagian siku masing-masing juga sebanyak tiga kali. Dalam membasuh anggota badan itu katakan dalam hatimu: “ya allah izinkan aku membasuh muka yang suka maksiat ini, tangan yang nakal ini, begitu seterusnya pada waktu kau membasuh kepala, kedua telinga dan kedua kaki. Setelah wudhu’ berdoalah, jangan lupa doa untuk ayah.
Sewaktu shalat, nak, lupakan sementara dunia yang fana. Bayangkan saat itu engkau sedang menghadap Zat yang Maha Besar, di sebelah kiri ada neraka di sebelah kanan ada surga. Pada saat shalat itu engkau membayangkan bahwa kakimu saat itu sedang meniti shiroth (jembatan yang setiap manusia melewatinya). Selama shalat dengarkan dengan seksama bacaan imam terutama pada saat kau melaksanakan shalat berjemaah - maghrib, isya dan subuh. Sebaliknya untuk shalat ashar dan zuhur shalatlah juga dengan khusuk. Anggaplah setiap shalat sebagai shalatmu yang terakhir. Ini resep ayah agar bisa khusuk dalam shalat.
Anak-anakku, karena shalatnya khusuk, orang pada zaman dahulu dianugerahi sejumlah kecerdasan. Kita juga bisa demikian. Kita akan cerdas secara intelektual, emosional, spiritual, kreatifitas dan bahkan cerdas dalam penderitaan. Di sekolah atau ditempatmu kuliah insya-allah nilaimu akan bagus. Umumnya orang yang memperoleh kecerdasan seperti itu selalu mendapat pujian dari para guru dan dosennya. Ketaqwaanmu kepada Allah insya-allah semakin hari semakin meningkat. Kalian akan dibutuhkan banyak orang atas kepandaianmu itu. Jangan emosional walaupun dimarahi orang lain. Bila ada orang memarahimu tetaplah berkepala dingin. Cerdas kreatifitas artinya engkau akan memanfaatkan kondisi dan keadaan dengan baik. Jangan mau didikte oleh keadaan. Bila sewaktu musim kemarau ada sesuatu yang dapat engkau lakukan untuk kemaslahatan bersama maka lakukan itu. Bila ternyata kau bisa membantu orang lain atau orangtuamu sendiri berupa memperoleh kesempatan untuk bekerja maka hal seperti itu lakukan saja. Yang penting uang yang kau peroleh halal.
Cerdas dalam penderitaan merupakan puncak dari segala kecerdasan. Kalau di dunia ini ada anak muda menderita maka yang paling menderita adalah nabi Yusuf a.s. Dimasukkan oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur selama 3 x 24 jam, dimasukkan ke dalam penjara sekitar 7 tahun tanpa pengadilan atau dimusuhi saudara-saudaranya bertahun-tahun. Nabi Yusuf juga difitnah memperkosa. Dia juga dijadikan budak belian setelah ditemukan di dalam sumur. Karena itu anak-anakku, selalulah berprasangka baik kepada Allah. Meskipun kau ada dalam penderitaan - entah lapar, sedikit uang, pakaian sederhana, buku-buku dan peralatan sekolah terbatas - tetap tegar dan bersemangat yang pantang menyerah. Pada saat seperti itu kau akan memiliki semangat baru apalagi bila terkenang dengan almarhum ayahmu.
Anak-anakku, syukur kepada Allah selalulah menghiasi hatimu. Selalulah kau membandingkan keadaan dirimu dengan anak-anak lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Bila ternyata kau hanya sekali-sekali makan tidak usah susah, yang penting tetap sekolah. Untuk ongkos atau biaya sekolah tentu ibumu akan selalu berjuang dengan segala cara yang halal.
Bila ternyata suatu saat harus mengelola lahan di halaman rumah untuk sesuatu agribisnis misalnya pengusahaan anggrek, berdagang atau usaha lainnya maka dengan senang hati bantu ibu atau saudaramu. Pertimbangan dengan matang apakah perlu bergabung dengan tetangga atau siapa saja untuk melakukan hal yang baik-baik. Tentang hal seperti itu selalu tanya apa pendapat ibu kalian.
Suatu hal yang penting nak agar kau tidak sembarangan dalam memilih teman. Jangan pernah menyukai orang yang nakal misalnya suka main gaple, berjudi, menonton film porno, bermain bola sodok, atau yang tidak baik lainnya. Jangan kau berteman dengan orang yang merokok, tidak istiqoma dalam shalat, durhaka dengan orangtuanya dan tidak disiplin dalam penggunaan waktu. Jangan kau keluyuran, menghamburkan uang untuk hal yang tidak perlu dan bermain-main dengan dengan lawan jenisnya, apalagi bila harus berdua-duaan dalam kamar atau menonton bioskop. Ayah ingatkan agar kau bersifat anti dengan narkoba, minuman memabukkan, nongkrong di bar atau cafe dan kegiatan sejenisnya. Bila telah ada calon jodoh maka segeralah menikah. Musyawarah juga dengan ibumu apakah dia ingin menikah lagi. Ayah meridhoi semua yang baik-baik, apalagi itu memang perintah Allah.
Anak-anakku, ayah anjurkan agar kalian selalu shalat malam (qiyamul lail). Ini perintah Allah dan sunnah nabi kita. Pada sekitar pukul 3.00 hingga pagi hari lakukan kegiatan-kegiatan yang dicontohkan rasul Muhammad s.a.w., para sahabat dan orang-orang sholeh lainnya. Lakukan shalat tahajud, shalat taubat, shalat hajat, dan shalat witir. Setelah itu baca al-qur’an dan tilawahnya. Kemudian lakukan zikir hingga waktu subuh. Setelah zikir berdoalah kepada Allah, mohon kepada-Nya untuk dicarikan jalan keluar terhadap banyak permasalahan dirimu, ibumu atau anggota keluarga yang lainnya. Jangan lupa mendoakan ampunan dan kemaslahatan serta hidayah bagi kaum muslimin seluruhnya.
Hingga di sini dulu nak catatan ayah buat kalian. Berhentilah menangis, senyumlah sejenak. Ayah masih ada nasehat untuk kalian. Anak-anakku, “Meskipun kita telah berbeda alam kalian harus mengerti bahwa setiap hari Senin dan Jum’at ayah akan selalu memperoleh laporan dari malaikat yang bertugas untuk itu tentang bagaimana amal-amal kalian. Untuk kalian camkan dalam hati bahwa ayah bisa senang pada saat-saat itu manakala dilihatkan amal-amal baik dari keturunan/zuriyat ayah. Sebaliknya ayah akan sedih manakala malaikat memperlihatkan catatan amal anak-keturunan ayah yang banyak berbuat kemaksiatan. Terserah mana yang akan kalian pilih. Karena pada saatnya nanti ayah sudah tidak bersama kalian lagi. Sebelum ayah mengakhiri nasehat ini ayah telah berdoa kepada Allah agar kalian selalu dalam hidayah-Nya dan anak-keturunan kalian semua menjadi pimpinan orang-orang yang bertaqwa”. Aamin ya Allah yarabbal ‘alamin.
Dari ayah yang telah tiada
sebuah renungann dari tiara dewanti cullen ^_^
Subscribe to:
Comments (Atom)